Renungan
By: Masrufi
larut jiwaku
tenggelam dalam keheningan
bagai kabut bersimpuh di ujung subuh
diterpa cahaya dari ufuk timur
engkau jemawa!
aku ringkih, tiada kuasa, aku runtuh
terasa menggema reruntuhan jiwaku
dengan kepayahan, kubalut diriku
dengan kelembutan doa
walau doa-doa hampa tiada bermakna
sudilah kiranya, terima aku
di kebun-kebun cintamu
.
larut sukmaku
balabencana menguburkan ruhku
ke rawa-rawa nista
di perbatasan hening kurenungi hari
yang tak kuasa kugenggam kembali
dan langitmu pun terkuak
merisaukan ruhku
lantas, kau renggut diriku
bagai pemangsa menerkam mangsanya
dan pintu langit, kau tutup kembali
.
dalam hening
kau tak sisakan dialog
kau tak ubahnya prajurit gerilya
dibalik tirai langit
kau mendeteksi segala gerak-gerikku, tingkah-lakuku, langkah-kakiku,
segalanya tentangku kau deteksi
kekasihku,
aku hanya bisa pasrah kepadamu
apakah engkau akan memerangkapku di rawa-rawa nista
atau mendekapku kembali
seperti dulu
.
Rabu, 05 Januari 2011
Pasrah Pada-Mu
03.09
rufianvara


0 komentar:
Posting Komentar